Anda berada di atas atap sebuah gedung di Jakarta untuk memperbaiki AC. Saat itu pukul dua siang; suhu dapat mencapai 32°C dengan kelembapan tinggi. Demi keselamatan, Anda selalu mengenakan pakaian kerja kanvas yang menutupi seluruh tubuh, helm, dan sepatu bot berat. Anda merasa sangat kepanasan. Penghuni gedung sedang kesal dan pengelola gedung meminta Anda bergegas.
Dalam keadaan seperti ini, sulit membayangkan perubahan iklim global sebagai prioritas. Masalah itu terasa abstrak, jauh, dan tidak berkaitan dengan persoalan yang ada di depan mata. Namun, masa depan bumi bergantung pada apa yang Anda lakukan dalam 30 menit berikutnya.
Di seluruh dunia, teknisi biasanya melepaskan gas refrigeran yang sangat mencemari dari unit yang sedang mereka kerjakan langsung ke atmosfer. Praktik ini memperparah perubahan iklim. Total dampak emisi refrigeran mencapai sekitar 3 gigaton setara CO2 per tahun—lebih besar daripada seluruh sektor penerbangan.
Upaya untuk mengatasi masalah ini biasanya mengambil sudut pandang yang sangat luas:
- Protokol Montreal, sebuah perjanjian PBB, mendorong kebijakan dan pelaporan di tingkat negara.
- Inisiatif seperti Global Cooling Prize berfokus pada pengembangan teknologi baru.
- Pelaku industri seperti Honeywell dan Chemours mengembangkan refrigeran baru yang lebih berkelanjutan.
Semua upaya tersebut penting dan perlu memperoleh sumber daya yang lebih besar. Namun, pendekatan itu masih menyisakan bagian masalah yang belum tertangani.
Untuk mengurangi miliaran ton emisi dalam 15 tahun mendatang—sebelum perubahan kebijakan berlaku dan teknologi baru diterapkan—kita perlu berfokus pada garis depan. Di pasar berkembang, tempat masalah ini tumbuh dengan cepat, teknisi HVAC kurang dihargai, sering memiliki akses pendidikan formal yang terbatas, dan menghadapi kesulitan ekonomi. Sebagian besar memahami kerusakan lingkungan akibat refrigeran, tetapi berbagai hambatan membuat mereka sulit ikut menyelesaikan masalah tersebut.
Pendekatan kami di Recoolit adalah memberdayakan para teknisi dengan peralatan dan pelatihan yang mereka perlukan untuk menerapkan praktik berkelanjutan, serta memberi insentif finansial agar mereka dapat melakukan hal yang benar. Kami memahami secara mendalam keseharian mereka dan membantu mereka menjadi bagian dari solusi.
Kami telah membangun komunitas pengguna di Indonesia. Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan membagikan kisah mereka untuk menyoroti para pahlawan sejati revolusi refrigeran. Kenali komunitas kami dengan mengikuti Recoolit di LinkedIn, atau dukung upaya keberlanjutan ini dengan membeli kredit karbon.
