Mitigasi polutan iklim berumur pendek atau Short-Lived Climate Pollutants (SLCP) sangat penting tetapi masih kekurangan pendanaan. Upaya dekarbonisasi perusahaan perlu mencakup dan memprioritaskan mitigasi SLCP, termasuk melalui pembelian kredit karbon. Solusi “rem darurat” ini membantu menghindari titik kritis dan lingkaran umpan balik iklim yang tidak dapat dibalikkan dan dapat menimbulkan dampak bencana.
Tulisan ini adalah bagian pertama dari seri tiga bagian tentang posisi pengelolaan refrigeran pada akhir masa pakai dalam konteks aksi iklim global. Bagian pertama menjelaskan mengapa tindakan terhadap SLCP begitu penting dalam 10–15 tahun mendatang. Bagian kedua akan membahas refrigeran lebih mendalam dan menjelaskan bagaimana upaya Recoolit saat ini mendukung transisi menuju ekonomi pendinginan nol bersih di masa depan. Bagian ketiga akan menjelaskan bagaimana refrigeran dan SLCP lain sebaiknya ditempatkan dalam portofolio berbagai pendekatan aksi iklim.
Dua puluh tahun mendatang sangat menentukan
Dua dekade mendatang merupakan jendela yang sangat penting bagi aksi iklim. Pemanasan dalam waktu dekat dapat memicu perubahan yang tidak dapat dibalikkan pada sistem bumi. Para ilmuwan telah mengidentifikasi sejumlah titik kritis—mulai dari runtuhnya lapisan es Antarktika Barat hingga degradasi hutan hujan Amazon—yang dapat terlewati hanya dengan tambahan pemanasan beberapa persepuluh derajat. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa titik kritis yang dahulu dianggap masih jauh mungkin mendekat lebih cepat daripada perkiraan. Penilaian IPCC terbaru menunjukkan bahwa beberapa titik tersebut dapat terpicu pada pemanasan antara 1,5°C dan 2°C, suhu yang dapat kita capai dalam 20–30 tahun mendatang jika mengikuti lintasan saat ini.
Titik-titik kritis tersebut tidak berdiri sendiri. Semuanya merupakan bagian dari sistem yang saling terhubung; melewati satu ambang dapat mempercepat yang lain dan menciptakan efek berantai. Sebagai contoh, pencairan permafrost Arktik melepaskan metana, yang meningkatkan pemanasan dan selanjutnya mempercepat pencairan dalam lingkaran umpan balik yang berbahaya. Hilangnya es laut Arktik juga mengurangi kemampuan bumi memantulkan sinar matahari sehingga memperkuat pemanasan regional dan global. Artinya, pemanasan dalam dua dekade mendatang dapat mengunci perubahan iklim tambahan selama berabad-abad atau bahkan ribuan tahun, meskipun kemudian kita berhasil mengurangi kadar CO2 di atmosfer.
Kenyataan ini menegaskan bahwa kita perlu mengurangi SLCP secara agresif untuk memperlambat pemanasan jangka pendek dan memperoleh waktu yang sangat berharga, sambil terus meningkatkan dekarbonisasi dan penghilangan karbon jangka panjang.
SLCP menyumbang pemanasan secara signifikan
Sebagian besar pembahasan perubahan iklim berfokus pada karbon dioksida (CO2). Namun, polutan iklim lain—terutama SLCP—kurang mendapat perhatian dan harus menjadi bagian dari solusi. Metana, refrigeran HFC, karbon hitam, karbon monoksida, dan jejak kondensasi penerbangan menyumbang hampir setengah pemanasan global sejak era industri. Setiap satuan berat emisi SLCP juga memberikan pemanasan jauh lebih besar daripada CO2: sekitar 80 kali untuk metana hingga 4.000 kali untuk HFC tertentu.
Berbeda dengan CO2 yang dapat bertahan di atmosfer selama ratusan hingga ribuan tahun, SLCP memiliki umur atmosfer yang jauh lebih pendek, dari hitungan tahun hingga hari. Karena itu, mengurangi laju emisi SLCP—bahkan tanpa mencapai nol emisi bruto—dapat dengan cepat menurunkan laju pemanasan atmosfer.
Kabar baiknya: mitigasi SLCP cepat dapat dilakukan
Meningkatkan pengurangan SLCP dengan teknologi yang tersedia saat ini dapat mencegah pemanasan hingga 0,6°C pada 2050—empat kali lebih besar dalam periode yang sama dibandingkan pengurangan CO2 saja. Pengurangan jangka pendek ini merupakan peluang terbaik untuk menekan risiko melewati titik kritis dalam waktu dekat yang dapat menciptakan lingkaran umpan balik iklim berbahaya. Upaya tersebut juga dapat mencegah jutaan kematian akibat polusi udara dan kehilangan hasil panen setiap tahun. Singkatnya, sasaran iklim global hanya dapat dicapai melalui tindakan cepat dan tegas terhadap polutan berumur panjang maupun pendek.
Kabar baik lainnya adalah banyak solusi pengurangan SLCP merupakan peluang mudah yang teknologinya siap dan terjangkau untuk diterapkan sekarang. Solusi tersebut mencakup pengelolaan refrigeran yang lebih baik dan penggunaan refrigeran ber-GWP rendah, pengelolaan metana dalam produksi bahan bakar fosil dan peternakan, pengurangan emisi metana melalui budidaya padi hemat air, transportasi dan kegiatan memasak bebas jelaga, pengurangan limbah pangan, dan lain-lain. Solusi tersebut lebih mudah dan murah diterapkan dibandingkan banyak intervensi lain dengan skala dampak serupa.
Project Drawdown menyebutnya sebagai solusi “rem darurat”: memangkas emisi ini sekarang memberi kita waktu untuk mendekarbonisasi sektor lain dan meningkatkan penghilangan karbon.
Cara mengambil tindakan terhadap SLCP
Perusahaan dan organisasi lain dapat bertindak melalui dua cara: mengurangi emisi SLCP mereka sendiri atau mendanai upaya mitigasi SLCP di luar batas emisi mereka.
Peluang di dalam batas emisi sangat bergantung pada industrinya dan daftar lengkapnya berada di luar cakupan tulisan ini. Berbeda dengan pengurangan CO2—ketika elektrifikasi transportasi dan penggunaan energi menjadi peluang di seluruh ekonomi—peluang terbesar untuk SLCP berbeda bagi setiap perusahaan. Metana penting bagi sektor pertanian dan produsen bahan bakar fosil, sedangkan pengurangan HFC paling penting bagi industri dengan penggunaan pendinginan tinggi seperti pusat data, real estat komersial, serta makanan dan minuman.
Kontribusi iklim yang berfokus pada SLCP di luar batas emisi institusi relatif lebih sederhana. Berbagai LSM—termasuk IGSD, EIA, dan NRDC—berfokus mendorong reformasi kebijakan nasional dan internasional untuk membatasi emisi SLCP. Bagi perusahaan yang membeli kredit karbon, kredit pengurangan SLCP cenderung memiliki integritas tinggi. Hal ini terlihat dari terpilihnya beberapa metodologi SLCP untuk menerima label Core Carbon Principles sebagai kredit “berintegritas tinggi”.
Kesimpulan
Kita semakin dekat dengan lingkaran umpan balik iklim yang membawa bencana dan tidak dapat dibalikkan. Peluang terbaik dalam jangka pendek untuk mengurangi pemanasan adalah berfokus pada polutan iklim berumur pendek, yang memiliki banyak solusi siap diterapkan. Perusahaan dapat memasukkannya langsung ke dalam rencana iklim melalui dekarbonisasi Scope 1, atau dengan mendukung LSM dan proyek kredit karbon yang menekankan upaya tersebut.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pekerjaan Recoolit dalam menangani refrigeran, hubungi hello@recoolit.com. Nantikan bagian kedua dan ketiga seri ini, ketika kami akan melanjutkan pembahasan tentang mengapa refrigeran merupakan bagian penting sekaligus dapat ditangani dalam perjuangan iklim.
Sebagian teks dalam tulisan ini diambil dari Surat Terbuka tentang SLCP yang kami tulis, tersedia di https://urgentclimateaction.org/
